Minggu pertama menyusui seringkali yang paling sulit. Meskipun menyusui alami, itu membutuhkan latihan — dan sedikit ketidaknyamanan adalah hal normal saat ibu dan bayi sama-sama mempelajari keterampilan baru ini.
Kabar baiknya adalah dengan teknik dan dukungan yang tepat, sebagian besar nyeri menyusui mereda dalam 7-10 hari pertama. Berikut yang bisa Anda harapkan dan cara mengatasinya.
Mengapa Sakit
Di hari-hari awal, puting Anda menyesuaikan diri dengan sensasi yang belum pernah dialami sebelumnya. Penyebab paling umum nyeri menyusui meliputi:
- Pelekatan dangkal — penyebab paling sering, di mana bayi tidak mengambil cukup jaringan payudara
- Pembengkakan — ketika ASI keluar sekitar hari ke 3-5, payudara bisa membengkak dan nyeri
- Sensitivitas puting — sensitivitas normal yang berkurang seiring jaringan beradaptasi
- Tongue-tie — kondisi di mana gerakan lidah bayi terbatas, mempengaruhi pelekatan
1. Sempurnakan Pelekatan
Pelekatan yang dalam dan asimetris adalah pertahanan terbaik Anda terhadap rasa sakit. Saat melekatkan, arahkan puting Anda ke langit-langit atas bayi, bukan ke tengah mulutnya. Bayi Anda harus memiliki mulut yang terbuka lebar dengan lebih banyak areola yang terlihat di atas bibir daripada di bawah.
Jika pelekatan terasa menyakitkan, putuskan hisapan dengan lembut dengan memasukkan jari kelingking ke sudut mulut bayi, lalu coba lagi. Jangan pernah menarik bayi tanpa memutuskan hisapan terlebih dahulu — ini bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
2. Coba Posisi Berbeda
Coba berbagai posisi menyusui untuk menemukan yang paling cocok untuk Anda dan bayi. Posisi paling umum meliputi:
- Cradle hold — posisi klasik, bayi berbaring melintang di depan Anda
- Cross-cradle hold — serupa tetapi dengan lengan berlawanan yang menopang, memberikan lebih banyak kontrol atas kepala bayi
- Football (clutch) hold — bayi diselipkan di bawah lengan Anda, sangat baik setelah operasi Caesar
- Side-lying — Anda dan bayi berbaring miring, sempurna untuk menyusui malam hari
Di Singjoy, pengasuh khusus kami membantu Anda berlatih posisi berbeda hingga Anda menemukan yang paling nyaman bagi Anda dan bayi.
3. Rawat Puting Anda
Setelah setiap sesi menyusui, peras sedikit ASI dan biarkan mengering secara alami di puting — ASI memiliki sifat penyembuhan dan antibakteri alami. Oleskan krim lanolin kelas medis di antara sesi menyusui jika diperlukan.
Hindari menggunakan sabun atau pembersih keras pada puting Anda, dan biarkan mengering di udara terbuka bila memungkinkan. Mengenakan breast shells di dalam bra dapat mencegah gesekan kain pada area yang nyeri.
4. Tangani Pembengkakan
Ketika ASI Anda beralih dari kolostrum ke ASI matang sekitar hari ke 3-5, payudara bisa menjadi keras, bengkak, dan nyeri. Ini bersifat sementara tetapi bisa sangat tidak nyaman.
Untuk meredakan pembengkakan, susui sering (setidaknya 8-12 kali per hari), oleskan kompres hangat sebelum menyusui untuk mendorong let-down, dan gunakan kompres dingin di antara sesi untuk mengurangi pembengkakan. Memerah sedikit ASI sebelum melekatkan juga dapat melunakkan payudara, sehingga lebih mudah bagi bayi untuk melekat.
5. Ketahui Kapan Mencari Bantuan
Meskipun sedikit ketidaknyamanan adalah hal normal, tanda-tanda tertentu memerlukan perhatian profesional segera:
- Nyeri yang berlanjut sepanjang seluruh sesi menyusui (bukan hanya saat awal pelekatan)
- Puting pecah-pecah, berdarah, atau melepuh
- Area merah, panas, atau beruntun di payudara (kemungkinan mastitis)
- Demam atau gejala mirip flu
- Bayi tidak cukup menghasilkan popok basah atau kotor
Di Singjoy, konsultan laktasi bersertifikat IBCLC kami selalu siap mendukung Anda melalui setiap tantangan. Intervensi dini adalah kunci — sebagian besar masalah menyusui sangat bisa diatasi jika ditangani sejak awal.

